Ketatnya persaingan hidup, krisis finensial, target pekerjaan, lilitan hutang perusahaan, dan sejuta masalah di tempat kerja, serta tekanan hidup yang semakin sulit, telah membuat kita lupa dengan kematian.
Demikian pula berkumpul dengan orang yang kita cintai, keluarga, sahabat, pergi berlibur, makan dan minum di restoran, belanja di mall, konser music, nonton televisi dan baca novel, telah membuat kita lupa dengan kematian.
Memang, ingat akan kematian merupakan hal yang menakutkan kebanyakan orang, sehingga topic pembicaraan tentang maut sangat sering dihindari oleh manusia, sehingga paling sering dilupakan. Tapi celakanya, manusia tidak bisa menghindar dari datangnya ajal.
Tapi, suka tidak suka, piala bergilir itu pasti menghampiri kita. Bahkan bukan suatu hal mustahil setelah ini, anda akan menghembuskan nafas terakhir…,!!!
Banyak orang yang menyangka, bahwa usia tua, sakit, kecelakaan adalah hal-hal yang menjadi penyebab kematian, begitulah anggapan sebagian besar manusia. Namun anggapan ini tidak selalu benar, kenyataan yang ada adalah kematian itu bisa datang pada saat kita sedang bekerja, berolahraga, berwisata, atau sedang tidur yang membuat kita tidur untuk selamanya.
Dan bukan hal yang tidak mungkin, orang-orang yang mencintai dan kita cintai akan pergi lebih dulu meninggalkan kita untuk menuju tempat hunian yang baru (alam qubur).
Di dunia ini semuanya berjalan begitu cepat dan serba tidak terasa. Seolah-olah kita adalah seorang tamu yang datang dalam sekejap dan pergi dengan cepat. Puncak popularitas, puncak kekuasaan dan bahkan puncak kemewahan, semuanya itu akan dinikmati hanya dalam waktu yang sangat singkat.
Dari orang-orang yang terdahulu yang pergi meninggalkan kita, yang sekarang jadi penghuni pemakaman, hendaknya menjadi nasehat pengingat kematian bagi kita. Begitu juga dengan bertambahnya usia yang semakin mengurangi atau mempersingkat waktu hidup kita.
Firman Allah SWT :
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.(Q.S Al-Imran :185)
Sesungguhnya kita yang memilih sendiri, bagaimana akhir hidup kita. Memilih akhir yang bahagia (dalam ta’at kepada Allah) atau akhir yang sengasara (dalam kufur kepada Allah). Alangkah indahnya jika saat hidup ini berakhir dengan khusnul khotimah, yang akan menjadi kenangan terindah ketika kita hidup abadi di syurga Allah kelak. Aamiin.
waAllahu a’lam bishowab!!!
Artikel by: Rofiqotus Sa'iidah




Tidak ada komentar:
Posting Komentar